Tuesday, 31 May 2016

Loker RSUD Temanggung

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga pelayanan kesehatan, RSUD Kabupaten

Temanggung tahun 2016 akan mengadakan Seleksi Penerimaan Pegawai Kontrak Medis

dan Non Medis dengan kualifikasi dan persyaratan pendaftaran sebagai berikut :

NO. FORMASI KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN

A. TENAGA MEDIS 120

1 Dokter Umum Dokter 1

2 Dokter Spesialis Anestesi Dokter Spesialis Anestesi 1

3 Dokter Spesialis Patologi Klinis

4 Perawat D3 Keperawatan 53

5 Perawat IBS dan IGD D3 Keperawatan Sertifikat

6 Perawat Ruang PICU/NICU D3 Keperawatan Sertifikat

7 Perawat S1 Keperawatan Ners 11

8 Apoteker Apoteker 9

9 Asisten Apoteker D3 Farmasi 5

10 Bidan D3 Kebidanan 6

11 Analis Kesehatan D3 Analis Kesehatan 3

12 Teknisi BDRS D1 Teknologi Transfusi Darah 1

13 Rekam Medis D3 Rekam Medik 7

14 Ahli Gizi S1 Gizi 2

B. TENAGA NON MEDIS 56

15 Elektromedik D3 Atem 4

16 Administrasi Pemb. Rawat Jalan

17 Staf IPAL S T M Tekn. Pengerjaan Logam 1

18 Administrasi Billing Sistem S1 Akuntansi 1

JUMLAH KETERANGAN PELATIHAN

Dokter Spesialis Patologi Klinis 1

Pelatihan Bedah 12

PICU/NICU 8

S L T A Sederajat 2

19 Administrasi Pelayanan Rawat Inap

20 Administrasi Pelayanan Rawat Jalan

21 Petugas Skrening S M A Sederajat 1

22 Administrasi Rumah Sakit S1 Hukum 1

23 Administrasi Gudang S1 Akuntansi/Manajemen 1

24 Pengemudi S M A Sederajat 1 laki-laki, SIM B

25 Administrasi Umum S1 Sosiologi / AN 2

26 Operator D3/S1 Komunikasi 1 Laki-laki

27 Pengelola Aset D3 Administrasi Rumah Sakit 1

28 Pengolah Makanan S M K Tata Boga 6 Perempuan, D3 Akuntansi 1, S M K Teknik Komp. dan

Jaringan 1 S1 Ekonomi 1, S1 Hukum 1, S1 Akuntansi 2

29 Pramusaji S L T A Sederajat 5

30 Administrasi Rehabilitas Medik

31 CSSD D3 Administrasi Rumah Sakit 2

32 Sanitasi Lingkungan AKL/S1 Teknik Lingkungan 1

33 Tenaga Bangunan S M K Bangunan 3

34 Administrasi S M K Manajemen Perkantoran 1

35 IPSRS S M K Teknik Inst. Listrik 2

36 Staf Bid. Penunjang Medik dan Non Medik

37 Porter Oksigen S L T A Sederajat 2 Laki-laki

38 Tenaga Pos S L T A Sederajat 5

39 Staf Humas S1 Ilmu Komunikasi 1

40 Sekretaris Akreditasi S1 Teknik Informatika 1

41 Staf Bidang Keperawatan S1 Ekonomi

JUMLAH SELURUHNYA 176

A. PERSYARATAN :

1. Surat lamaran ditulis tangan, dengan tinta hitam bermaterai Rp.6000,- yang ditujukan

kepada Direktur RSUD Kabupaten Temanggung;

2. Berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga

puluh lima) tahun pada tanggal 1 Juni 2016;

3. Foto copy Ijazah dan transkrip nilai bagi lulusan D3 / S1 dengan kriteria IPK minimal

2,75 untuk Perguruan Tinggi Negeri dan minimal 3,00 untuk Perguruan Tinggi Swasta

yang dilegalisir;

4. Memiliki STR/STRA/STRTTK berlaku untuk Dokter, Perawat, Bidan dan Apoteker (yang

masih dalam proses dibuktikan dengan surat keterangan);

5. Untuk profesi perawat wajib melampirkan PPGD dan sertifikat pelatihan bedah atau

PICU/NICU bila ada;

6. Fotocopy KTP;

7. Memiliki Kartu Pencari Kerja dari Dinas Tenaga Kerja;

8. Daftar Riwayat Hidup;

9. Surat Keterangan kelakuan baik dari Kepolisian;

10.Surat Keterangan sehat dari dokter pemerintah;

11.Pas foto ukuran 4x6 berwarna 3 lembar.

B. KETENTUAN LAIN

1. Berkas lamaran harus dikirim melalui Pos dengan alamat : PO.BOX 199 RSUD

Kabupaten Temanggung mulai tanggal 25 Mei 2016 s/d 4 Juni 2016 Cap Pos.

2. Bagi pelamar yang sudah mengirimkan berkas lamaran tidak akan diikutkan dalam

seleksi administrasi.

3. Pengumuman seleksi administrasi tanggal 17 Juni 2016 dan dapat dilihat di

www.rsud.temanggungkab.go.id atau papan pengumuman RSUD Kabupaten

Temanggung

4. Bagi peserta yang lolos seleksi administrasi diharapkan datang ke RSUD Kabupaten

Temanggung untuk mengambil Nomor Tes Tertulis tanggal 17 dan 18 Juni 2016.

5. Seleksi Tertulis akan dilaksanakan tanggal 27 Juni 2016.

6. Hasil seleksi tertulis akan diumumkan pada tanggal 2 Juli 2016 dapat dilihat di

www.rsud.temanggungkab.go.id atau papan pengumuman RSUD Kabupaten

Temanggung.

D3 dan mempunyai sertifikat

komputer 1

S M K Teknik Mesin 1

S1 Teknik Arsitektur 1

Akuntansi/Manajemen 2

Tuesday, 24 May 2016

Pemeriksaan Kehamilan

.    Pemeriksaan kehamilan
Prinsip : Tes pack mengandung zat antihormon HCG yang mampu mengikat hormone  HCG pada urin wanita hamil yang terbentuk setelah terjadi pembuahan.sehingga menimbulkan 2 garis tanda merah pada zona control dan zona test yang terdapat pada test pack.
Prosedur :
a.    Siapkan alat dan bahan
b.    Masukkan stik pemeriksaan HCG kedalam urin selama ± 3 menit
c.    Tunggu 10 menit
d.    Interpretasi hasil
§  Positif jika terdapat dua garis pada control dan test
§  Negatif jika terdapat satu gatis pada control
§  Invalid jika tidak terdapat garis atau ada satu garis pada garis test

Pemeriksaan Narkoba

.    Pemeriksaan Narkoba
Prinsip : Test didasarkan pada kompetisi penjenuhan IgG anti narkoba yang mengandung substrat enzim (ada dalam keadaan bebas di zona S) merupakan “antibodi pendeteksi dalam srtip” oleh narkoba sampel/urin “antigen dalam sampel” atau narkoba yang telah dikonjugasi enzim “antigen dalam strip tes” (ada dan terfiksir di zona T). Jika dijenuhi oleh narkoba sampel (sampel positif narkoba), maka IgG anti narkoba-substrat tidak akan berikatan dengan narkoba enzim nya, sehingga tidak terjadi reaksi enzim substrat yang berwarna. Sebaliknya jika tidak dijenuhi (sampel negatif narkoba) atau hanya sebagian dijenuhi (sampel mengandung narkoba dalam jumlah dibawah ambang batas pemeriksaan), maka IgG anti narkoba substrat akan berikatan dengan narkoba enzimnya secara penuh atau sebagian sehingga terjadi reaksi enzim substrat yang berwarna penuh (ragu-ragu)

Prosedur :
a.    Buka stik
b.    Celupkan stik pada urin sampai naik atau meresap kedalam stik
c.    Interpretasi hasil : jika pada stik menunjukkan strip 2 (negatif), jika pada stik menunjukkan strip 1 (positif)

7

Pemeriksaan IgG/IgM Dengue

    Pemeriksaan Dengue IgG/IgM
Prinsip : suatu uji cepat dengan teknik immunokromatografi test dengan menggunakan dipstik. Alat ini mempunyai 3 pita atau garis. Pita pertama adalah control yang harus selalu muncul pada saat tes dilakukan, sedangkan dua pita yang laen mengandung coloiddal gold conjugate anti igG dan IgM. Pada saat sampel diteteskan, IgG dan IgM antivirus dengue yang ada dalam sampel akan berikatan dengan partikel yang sudah diikat dengan dengue envelope proteins recombinate. Kompleks partikel akan bergerak ke sepanjang kertas tes. Bila sampel tersebut positif mengandung antibodi antivirus dengue (IgG/IgM) akan terjadi perubahan warna pada pita control dan tempat IgG/IgM tersebut berada.
Prosedur :
a.    Stik ditulis nomor sampel
b.    Pipet sampel sebanyak 5┬Ál menggunakan mikropipet, letakkan dalam sumuran pada alat tes
c.    Tambahkan reagen buffer Dengue IgG/IgM sebanyak 3 tetes
d.    Tunggu hasilnya selama 15 menit
e.    Interpretasi hasil : hasil negatif  jika hanya muncul strip merah pada control dan pada blangko ditulis  (negatif), jika hasil positif muncul 2 strip merah pada stik dan pada blangko ditulis (positif)

TUGAS POKOK DAN FUNGSI TENAGA LABORATORIUM KESEHATAN





Tugas pokok :
Melaksanakan pelayanan laboratorium kesehatan meliputi bidang Hematologi, Kimia Klinik, Mikrobiologi, Imunologi-serologi,Toksikologi, Kimia Lingkungan, Patologi Anatomi (Histopatologi, Sitopatologi, Histokimia, Imunopatologi, Patologi Molekuler), Biologi dan Fisika.

fungsi/kewajiban:
1.      Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses specimen.
2.      Melaksanakan uji analitik terhadap reagen dan specimen. 
3.      Mengoperasikan dan memelihara peralatan/instrumen laboratorium.
4.      Mengevaluasi data laboratorium untuk memastikan akurasi dan prosedur pengendalian mutu dan mengembangkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data hasil uji.
5.      Mengevaluasi teknik, instrument, dan prosedur baru untuk menentukan manfaat kepraktisannya.
6.      Membantu klinisi dalam pemanfaatan data laboratorium secara efektif dan efisien untuk menginterpretasikan hasil uji laboratorium.
7.      Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium.
8.      Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang teknik kelaboratoriuman.
9.      Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan.

kompetensi :
1.      Menguasai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya di laboratorium Kesehatan.
2.      Mampu merencanakan/merancang proses yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya di laboratorium kesehatan sesuai jenjangnya.
3.      Memiliki keterampilan untuk melaksanakan proses teknis operasional pelayanan laboratorium, yaitu:
a.       Keterampilan pengambilan specimen, termasuk penyiapan pasien (bila diperlukan), labeling, penanganan, pengawetan,fiksasi, pemrosesan, penyimpanan dan pengiriman specimen.
b.      Keterampilan melaksanakan prosedur laboratorium, metode pengujian dan pemakaian alat dengan benar.
c.       Keterampilan melakukan perawatan dan pemeliharaan alat, kalibrasi dan penanganan masalah yang erkaitan dengan uji yang dilakukan.
d.      Keterampilan melaksanakan uji kualitas media dan reagen untuk pengujian specimen.
4.      Mampu memberikan penilaian analitis terhadap hasil uji laboratorium. 
5.      Memiliki pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium.
6.      Memiliki kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi hasil uji laboratorium.

Contoh Draft Surat Pengajuan Pelatihan



PELATIHAN PETUGAS TEKNIS BANK DARAH
PMI KOTA SEMARANG


        I.            LATAR BELAKANG
Transfusi darah merupakan penunjang pelayanan kesehatan yang belum dapat digantikan hingga saat ini, sedangkan transfusi darah itu sendiri merupakan pemindahan jaringan hidup dari donor ke pasien. Maka diperlukan peningkatan keamanan darah agar tidak terjadi reaksi transfusi yang tidak kita harapkan terhadap pasien. Sebenarnya keamanan darah sudah mulai sejak proses pengambilan darah sampai proses pengolahannyayang dilakukan sesuai standar kualitas yang berlaku., jadi tidak hanya di mulai sejak darah akan diberikan ke pasien saja.
Seiring perkembangan teknologi transfusi darah diperlukan tenaga-tenaga yang berkompeten dibidangnya agar darah transfusi benar-benar aman, oleh karenanyapengetahuan dan ketrampilan petugas perlu ditingkatkan.
PMI sebagai lembaga penyelenggara Upaya Kesehatan Transfusi Darah yang mendapat mandat dari Pemerintah sejak tahun 1950, berupaya meningkatkan pelayanannya termasuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada Petugas Teknis Bank Darah.
      II.            TUJUAN KEGIATAN
1.       Mampu memahami manajemen Bank Darah
2.       Meningkatkan ketrampilan dalam hal pemeriksaan sebelum transfusi
3.       Mampu melaksanakan pengamanan darah transfusi
4.       Mampu memahami persiapan sebelum transfusi termasuk persiapan reagensia
5.       Mampu mengatasi masalah-masalah yang munkin timbul dalam pemeriksaansebelum transfusi, dengan berkonsultasi dengan dokter yang berwewenang dibidangnya.
    III.            NAMA KEGIATAN
Pelatihan Petugas Teknis Bank Darah
    IV.            JENIS KEGIATAN
Pelatihan
      V.            TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN
1.    Tanggal                    : 14 – 23 September 2015
2.    Pelatihan dimulai      : 08.00 – 17.00 setiap hari selama 9 hari kerja, yang
3.    Terdiri dari               :  a. Pemberian materi dan diskusi serta evaluasi selama 3 hari
   b. Praktikum selama 5 hari
4.    Tempat Pelatihan      : Aula UDD PMI lantai 3 dan 4 – Jl. Mgr. Soegyopranoto SJ No. 31,
  Semarang
    VI.            JADWAL KEGIATAN
( Terlampir )
  VII.            MATERI KEGIATAN
( Terlampir )
VIII.            BIAYA KEGIATAN
Peserta tidak menginap                : Rp. 4.500.000.- (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
    IX.            HASIL KEGIATAN
1.       Berdasarkan Kepmenkes No. 423/Menkes/SK/IV/2007 tentang Kebijakan, Peningkatan Kualitas dan Akses Pelayanan Darah “Seluruh Rumah Sakit harus memiliki Bank Darah Rumah Sakit” dan Permenkes No. 83 Tahun 2014 Tentang UTD, BDRS dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah Bab III ayat 1 “Setiap Rumah Sakit wajib memiliki BDRS.
2.       Tugas Bank Darah Rumah Sakit :
Ayat (1)
a.    Menerima darah yang sudah di uji saring oleh UTD
b.    Menyimpan darh dan memantau persediaan darah
c.     Melaksanakan uji silang serasi darah pendonor dan darah pasien
d.    Melakukan rujukan bila ada kesulitan hasil uji silang serasi gol. Darah ABO/rhesus ke UTD secara berjenjang
e.    Menyerahkan darah yang cocok bagi pasien di RS
f.     Melacak penyebab reaksi transfusi atau kejadian ikutan akibat transfusi darah yang dilaporkan dokter RS
g.    Mengembalikan darah yang tidak layak pakai ke UTD untuk di musnahkan.
Ayat (2) “Dalam hal BDRS belum mampu melakukan tugas sebagaimana yang dimagsud pada ayat (1) huruf c dan huruf f,BDRS dapat melakukan kerja sama dengan BDRS lain atau merujuk ke UTD wilayahnya.”
3.       Penyelenggaraan BDRS
a.       BDRS merupakan unit pelayanan yang ditetapkan oleh kepala/direktur RS dan dapat menjadi bagian dari laboratorium medik di RS
b.      BDRS wajib memasang papan nama sebagai petunjuk pelayanan darah yang diberikannya
c.       BDRS harus melakukan perencanaan kebutuhan darah di RS setiap tahun
d.      Perencanaan darah harus dilaporkan kepada UTD di wilayahnya
      X.            RENCANA TINDAK LANJUT KEGIATAN
Diseminasi kepada seluruh tenaga Analis Laboratorium Rumah Sakit...................

Saturday, 21 May 2016

Penanggulangan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran

Kebakaran dapat menimpa siapapun, tidak kenal tempat dan waktu, bahkan di laboratorium sekalipun, berikut mungkin bisa menambah pengetahuan tentang pemadaman kebakaran

Hal - hal yang perlu diperhatikan pada saat sebelum terjadinya kebakaran
1. kemungkinan letak / sumber api
2. Site plan bangunan
3. Denah bangunan termasuk fungsi setiap ruangan
4. Isi yang ada di dalam bangunan gedung
5. letak bahan- bahan yang berbahaya
6. letak peralatan proteksi kebakaran
7. Jalur evakuasi
8. kemampuan peralatan proteksi kebakaran
9. lokasi berhimpun saat evakuasi
10. jumlah penghuni
11. pihak yang dihubungi


Tindakan pencegahan kebakaran
- mengurangi bahan mudah terbakar
- mencegah terjadinya penyulutan
- menggunakan bahan penghambat api
- melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan berkala terhadap peralatan
- mewaspadai pekerjaan hots-works
- menjaga kebersihan ditempat kerja
- pengecekan terhadap instalasi listrik

Bila terjadi kebakaran
1. jangan panik, usahakan tenang
2. lihat apa yang terbakar? darimana asal api? berapa besar kobaran api? dipadamkan memakai alat apa?bagaimana cara memadamkan?
3. bunyikan alarm
4. matikan aliran listrik
5. gunakan alat pemadam kebakaran dengan cepat, tepat, dan aman
6. utamakan keselamatan jiwa
7. segera informasikan ke dinas kebakaran terdekat


Jangan Lupa selalu berdoa, agar senantiasa dijauhkan dari musibah